Tentang Salafy


Sebuah tulisan kontroversial tentang salafy kembali hadir.
Judulnya “Inilah Kelompok KBS (Khawarij Berbaju Salafi)”, dimuat di myquran.org, 2 Mei 2008.

Linknya adalah:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,38302.0.html

Sulit sekali menemukan kata-kata yang tepat yang harus disampaikan.
Konflik yang disebabkan oleh kelompok yang mengaku salafy, ternyata terus berkembang hingga saat ini.

Sebagian ummat Islam, yang aktif menyalah-nyalahkan kelompok lain, sering mengatakan bahwa semua kelompok Islam adalah kelompok Hizbiyyah, karena mereka telah membentuk kelompok-kelompok di dalam tubuh ummat Islam yang pada akhirnya memecah belah ummat Islam sendiri.

Intinya, mereka mengatakan bahwa “Hizbiyyah = kelompok”, sehingga mereka menyalahkan semua kelompok yang ada, dan mengklaim bahwa islam yang benar adalah islam yang tidak ada embel-embel kelompoknya.

Benarkah pendapat “Hizbiyyah = kelompok” ini ?

Pendapat Syaikh bin Baz

Ketika ditanya tentang jamaah-jamaah Islam yang berada di dalam ummat Islam, Syaikh bin Baz menjelaskan:

“Adapun jama’ah-jamaah jika terdapat banyak jenisnya di negara2 kaum muslimin yg kesemuanya bertujuan kebaikan dan membantu serta saling tolong-menolong dlm kebaikan dan ketaqwaan diantara kaum muslimin serta tdk mengikuti hawa nafsu, MAKA ITU SEMUA ADALAH BAIK DAN BAROKAH SERTA MANFAATNYA SANGAT BESAR, … “

Dari tulisan di atas, bisa dilihat bahwa Syaikh bin Baz sendiri berpendapat bahwa Hizbiyyah itu tidak sama dengan kelompok. Sebab kalau “Hizbiyyah = kelompok”, tidak mungkin beliau mengatakan bahwa itu semua adalah baik, barokah, dan bermanfaaat.
Selanjutnya, beliau menjelaskan:

“… adapun jika JAMA’AH TSB SALING MEMFATWAKAN SESAT THD JAMA’AH YG LAINNYA DAN MENJELEK-JELEKKAN PERBUATAN JAMA’AH LAINNYA MAKA JAMA’AH TSB ADALAH JAMA’AH YANG MEMILIKI KEBURUKAN SERTA BAHAYA YG SANGAT BESAR.”

Inilah penjelasan dari Syaikh tentang”Jamaah yang hizbiyyah”.

Artinya, makna Hizbiyyah bukanlah “kelompok”. Makna Hizbiyyah yang sebenarnya adalah “kelompok yang fanatik pada kelompoknya sendiri, dan dengan keyakinan itu mereka aktif membid’ah-bid’ahkan kelompok lain dan menjelek-jelekkan kelompok lain”.

Inilah kelompok yang “hizbiyyah” dalam makna sebenarnya. Inilah kelompok yang mendapat gelar “dharaarun ‘azhim” (memiliki keburukan yg luar-biasa besar) oleh Syaikh bin Baz sendiri pada penjelasan beliau di atas. Dan kelompok ini pula-lah yang telah menyalah-artikan makna hizbiyyah, dari makna sebenarnya menjadi makna “hizbiyyah = kelompok”.

Semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.

Penjelasan Syaikh bin Baz di atas bisa dilihat di:

http://www.binbaz.org.sa/mat/46

Oleh: Al-‘Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang hidup setelahku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku.”Hadits ini memberi arti bahwa apabila muncul banyak golongan di tengah-tengah umat, maka jangan berafiliasi kepada satu golongan pun. Dulu muncul sekte-sekte, seperti Khawarij, Mu’tazilah, Jahmiyyah, Syi’ah, bahkan Rafidhah. Lalu, akhir-akhir ini muncul Ikhwaniyyun, Salafiyyun, Tablighiyyun, dan kelompok lain yang semisal.Letakkanlah semua kelompok ini di samping kiri dan teruslah melihat ke depan, yaitu jalan yang ditunjukkan oleh Nabi saw, “Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin.”Tidak diragukan, wajib atas semua kaum Muslimin untuk mengambil paham salaf; bukan berafiliasi pada golongan tertentu yang disebut “As-Salafiyyun”. Yang wajib adalah hendaknya umat Islam mengambil paham salafus shalih; bukan membentuk golongan yang dinamakan “As-Salafiyyun”. Berhati-hatilah terhadap perpecahan! Ada jalan salaf; ada pula golongan yang disebut “As-Salafiyyun”. Apa yang wajib? Mengikuti salaf!

Mengapa? Karena ikhwah As-Salafiyyun adalah kelompok paling dekat dengan kebenaran. Tidak diragukan. Akan tetapi, permasalahan mereka seperti kelompok lainnya. Sebagian individu kelompok ini saling menyesat-nyesatkan, membid’ahkan, dan memfasikkan. Kami tidak mengingkari hal ini apabila benar mereka layak untuk itu. Akan tetapi, kami mengingkari terapi bid’ah-bid’ah tersebut dengan cara ini. Yang wajib adalah pemimpin-pemimpin kelompok ini berkumpul. Hendaknya mereka mengatakan, “Di antara kita ada Kitabullah ‘Azza wa Jalla dan Sunnah Rasul-Nya. Marilah kita berhukum pada keduanya; bukan pada hawa nafsu, pendapat-pendapat, dan tidak pula kepada Fulan dan Fulan.” Setiap orang bisa salah dan bisa benar meski seberapa banyak ilmu dan ibadahnya. Akan tetapi, jaminan kema’shuman hanya pada agama Islam.

Nabi saw memberikan petunjuk dalam hadits ini untuk menempuh jalan yang menyelamatkan manusia; bukan berafiliasi kepada kelompok apa pun, kecuali kepada jalan salafus shalih, yaitu sunnah Nabi saw dan para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk.

Sumber : http://www.islamgold.com/view.php?gid=2&rid=33
Dari buku: Beda Salaf dengan Salafi/Kasyfu Al-Haqaiq Al-Khafiyyah ‘Inda Mudda’I As-Salafiyyah karya Mut’ab bin Suryan Al-‘Ashimi.
(Tulisan ini kami salin dari: http://salafy.wordpress.com)

Manhaj Salaf

Manhaj Salaf, bila ditinjau dari sisi kalimat merupakan gabungan dari dua kata; manhaj dan salaf . Manhaj dalam bahasa Arab sama dengan minhaj, yang bermakna: Sebuah jalan yang terang lagi mudah. (Tafsir Ibnu Katsir 2/63, Al Mu’jamul Wasith 2/957).

Sedangkan salaf, menurut etimologi bahasa Arab bermakna: Siapa saja yang telah mendahuluimu dari nenek moyang dan karib kerabat, yang mereka itu di atasmu dalam hal usia dan keutamaan. (Lisanul Arab, karya Ibnu Mandhur 7/234). Dan dalam terminologi syariat bermakna: Para imam terdahulu yang hidup pada tiga abad pertama Islam, dari para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in (murid-murid shahabat) dan tabi’ut tabi’in (murid-murid tabi’in). (Lihat Manhajul Imam As Syafi’i fii Itsbatil ‘Aqidah, karya Asy Syaikh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab Al ‘Aqil, 1/55).

Berdasarkan definisi di atas, maka manhaj salaf adalah: Suatu istilah untuk sebuah jalan yang terang lagi mudah, yang telah ditempuh oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in dan tabi’ut tabi’in di dalam memahami dienul Islam yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Salafy

Seorang yang mengikuti manhaj salaf ini disebut dengan Salafi atau As Salafi, jamaknya Salafiyyun atau As Salafiyyun. Al Imam Adz Dzahabi berkata: “As Salafi adalah sebutan bagi siapa saja yang berada di atas manhaj salaf.” (Siyar A’lamin Nubala 6/21).

Lantas, siapakah “kelompok salafy” itu ?

“Kelompok salafy” adalah satu kelompok yang sering membedakan diri mereka dari kelompok-kelompok lain seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, atau lainnya. Dan mereka juga cenderung untuk mengatakan “Kami inilah salafy. Kami-lah yang mengikuti manhaj salaf itu”. Inilah kelompok yang telah menyalah-artikan makna manhaj salaf dari “manhaj para salafus sholeh” menjadi “manhaj selain manhaj-nya Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir atau lainnya”. Dan kelompok inilah yang telah menyalah-artikan makna Salafy dari “orang-orang yang mengikuti manhaj salaf” menjadi “kelompok selain Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir atau lainnya”.

Sebagai bukti bahwa kelompok yang “mengaku-ngaku salafy” ini memang benar-benar ada, mari kita lihat fatwa Syaikh bin Baz ketika menjelaskan masalah jama’ah-jama’ah di dalam ummat Islam. Beliau mengatakan:

“Sedangkan jama’ah-jama’ah yg lain maka tdk boleh diikuti oleh seorangpun, kecuali jika mereka sesuai kepada kebenaran, walaupun namanya al-ikhwan al-muslimun, jama’ah tabligh, ansharus sunnah ataupun MEREKA YG MENGAKU-NGAKU DIRI MEREKA SALAFI, ……”

Jadi, kelompok yang “mengklaim diri sebagai salafy”, dan menyatakan bahwa “ikhwanul muslimin, jama’ah tabligh atau lainnya adalah kelompok yang tidak mengikuti manhaj salaf” adalah kelompok yang benar-benar exist, dan mereka itulah yang telah menyalah-artikan makna manhaj salaf dan salafy itu sendiri.

Demikian.

———————

Note:

Fatwa Syaikh bin Baz di atas bisa dilihat di:

http://www.bin-baz.org.sa/Display.asp?f=bz01275.htm

kalau link-nya putus, coba link berikut:

http://www.binbaz.org.sa/mat/8371