Apa kata mereka tentang Salafy ?

 

KH Masdar Farid Mas’udi, Ketua PBNU:
“Mereka mengklaim dirinya sebagai orang yang paling murni, paling salafi dan paling dekat dengan kebenaran (al-haq) (selengkapnya)

 

Azyumardi Azra, dalam Pengajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1426 H:
“Sejarah Islam di Indonesia membuktikan, Salafisme Wahhabi yang radikal tidak pernah bisa menanamkan akarnya dan, bahkan istilah ‘Wahhabisme’ menjadi semacam anathema bagi kaum Muslimin di kawasan ini. ” (selengkapnya)

 

Syariah Online:
“Sedangkan gerakan-gerakan yang cenderung mencari perbedaan dan pertentangan serta mempermasalahkan urusan khilafiyah menjadi ajang perdebatan, biasanya tidak akan bertahan lama.” (selengkapnya)

 

Ustadz Menjawab, Eramuslim:
“Siapa yang bisa menjamin klaim bahwa diri mereka adalah salafi? Dan dari mana mereka bisa memastian bahwa selain diri mereka, semua orang pasti bukan salafi dan kemudian pasti sesat?” (selengkapnya)

 


 

55 Responses to “Apa kata mereka”

  1. akbar Says:

    memang salafy sombong ,busuk hatinya seperti abu jahal ,….mau nya pendapat mereka diterima ta[pi pendapat orang di tolak


  2. Assalaamu’alaikum wr.wb.
    Walaupun saya setuju dengan pendapat di atas secara substansi tetapi secara keseluruhan saya bersebrenagan dengan MAsdar MAs’udi karena ia sering membuat syariat baru seperti haji tidak di bulan dzulhijjah dan wacana-wacana nyeleneh lainnya. Maaf.

  3. ayoobelajar Says:

    Assalaamu ‘alaikum

  4. ayoobelajar Says:

    mari kita berpikir dengan hati yang jernih, lurus, tidak emosional, melihat fakta (tabayyun), “jangan asal katanya”, jangan menghukum general (karena ulah seorang oknum, maka yang lain kena getahnya)

  5. Abu Adil Says:

    –>> Syariah Online:
    “Sedangkan gerakan-gerakan yang cenderung mencari perbedaan dan pertentangan serta mempermasalahkan urusan khilafiyah menjadi ajang perdebatan, biasanya tidak akan bertahan lama<<–

    Jadi menurut anda bertahan lama atau tidaknya sebuah kelompok sebagai ukuran kebenaran..??


    jawab:
    Bukan.
    Kelompok-kelompok yang sering mendebat sana-sini dalam masalah khilafiyah biasanya tidak akan bertahan lama.
    Sedangkan mengenai standar kebenaran, itu lain masalah.
    Maaf komentarnya dipersingkat agar lebih terarah pertanyaan dan jawabannya.

  6. Abu Adil Says:

    Bagaimana dengan syi’ah yang bukan saja memperdebatkan masalah khilafiyah, masalah akidah juga mereka ‘gugat’.

    Kenapa mereka bisa hidup seumur Agama Islam?


    Jawab:
    BIASANYA tidak akan bertahan lama.
    Tapi faktornya tentu saja bukan hanya “membahas masalah khilafiyah” atau tidak.
    Sebab, ternyata Inggris yang sudah ratusan tahun menjajah negara-negara Islam pun masih tetap eksis sampai saat ini.
    Salah satu sebabnya, karena mereka mengelola negaranya dengan administrasi yang baik.
    Kejahatan yang dikelola dengan baik bisa mengalahkan kebaikan yang tidak terstruktur.
    Tapi kalau administrasinya tidak baik dan yang dibahas hanya menghujat sana-sini, maka BIASAnya kelompok seperti ini tidak bertahan lama.

  7. petualangharakah Says:

    Salafi = Pengikut generasi salafushalih.
    “Salafi” = Orang yang mengaku salafi
    Lihat http://www.petualangharakah.wordpress.com

  8. tholibul 'ilm Says:

    Alangkah ruginya diri kita yg tak lama lagi akan masuk kubur, lebih baik belajar/ menuntut ilmu,& beramal saleh, dari pada sibuk ngurusin orang lain, apalagi kalau berkata tanpa ilmu, mencap salafy “salah”, padahal salaf itu adalah para sahabat Nabi salallahu’laihiwasallam yang sudah diridhoi Allah. Apakah Anda merasa lebih baik dari para sahabat ridwanullah ajma’in? bertobatlah sebelum diri anda dimintaipertanggung jawaban.

    jawab:
    ——
    Benar bahwa salaf itu adalah para shahabat nabi.
    Tapi “salafy” yang diminta agar bisa insyaf di blog ini bukanlah para shahabat Nabi itu.
    “Salafy” yang diminta agar bisa insyaf di blog ini adalah kelompok yang mengaku sebagai satu-satunya pewaris manhaj salaf, dan aktif menyalah-nyalahkan kelompok lain.
    Silakan lihat tulisan syaikh Utsaimin di:

    http://insyaflahsalafy.wordpress.com/2007/12/26/wajib-mengikuti-salaf-bukan-membentuk-golongan-yang-dinamakan-%e2%80%9cas-salafiyyun%e2%80%9d/

    Lihat pula tulisan tentang siapakah yang hizbiyah di:

    http://insyaflahsalafy.wordpress.com/2008/01/05/makna-hizbiyah-yang-telah-di-salah-arti-kan/

  9. Al Bana Says:

    Assalamu’alaikum….. saudaraku

    Salam silaturami dari saya di Bekasi,
    Saran saya :
    * Bila memberi komentar jangan berlebihan apalagi dgn kata2 ???? karena Rasulullah sangat menjaga mulutnya…

    ** Memang sangat disayangkan salafi saat ini telah keluar dari arus utama salafi para pendahulunya…..

    *** kecendrungan saya para syaikh muda ini tlah terkena fitnah…sehingga mereka berani menyelisihi para syaikh yg Fakih dlm Ilmu ( Syaikh Utsaimin, Syaikh AlBani, Syaikh Bakr dan para masyaikh yg sejaman dgn mereka….

    **** Saudaraku kita hanya mengingatkan Salafi kelompok ini, tetapi adab kita adalah menghormati para Ahli Ilmu dimana para alim Ulama pun banyak belajar dan mengambil ilmu dari para syaikh di Saudi ( Syaikh Yusuf Qordowi…Ramadhan AlButi. dll )

    Ingatlah saudaraku perkataan kita ada timbangannya di yaumil Akhir,
    Perbedaan pendapat dan perdebatan memang fitrah manusia…tetapi janganlah kita melukai hati….karena dgn terlukanya hati semakin jauh kita dari persatuan

    Wasslam

  10. uncal Says:

    …. Jgn sampai nasehat dan peringatan tdk disampaikan hanya krn takut mbuat orang/kelompok yg kita beri nasehat dan peringatan benci thd kita atau takut nanti menjatuhkan nama/kelompok tsb. …

    komentar:
    Maaf, komentarnya saya edit, agar lebih terarah urutan dialognya.
    Ya, memang kita tidak boleh takut dalam menasehati kelompok lain. Dan itulah yang menjadi slogan blog ini: “Kalau tidak ada yang menjelaskan … bagaimana ummat bisa tahu ?”. Tentunya, tanpa harus merasa takut dimusuhi oleh orang yang kita beri nasehat itu.

  11. uncal Says:

    Salafy pun tdk pernah membesar-besarkan urusan khilafiah bahkan sgt menghormati perbedaan dlm hal2 khilafiyah. Kita pun lihat ulama2 salafy mrk saling berselisih dlm hal2 khilafiyah.

    Kalau ada perbedaan pendapat antara ulama salafy dan ulama non-salafy, apakah itu pasti bukan khilafiyah ?

  12. bims Says:

    Ikhwan Fillah, saya pribadi menganggap bahwa manhaj salaf adalah shohih tinggal cara penyampaiannya saja yg perlu diperbaiki dg mau’idhotul hasanah dan bil hikmah oleh para penyerunya dan itu perlu ilmu dan kematangan, saya yakin InsyaAllah dakwah salaf di Indonesia akan sampai pada taraf seperti para pendahulunya dan saat ini sedang dalam proses.

    Untuk pengelola blog ini yg punya misi utk mengcounter (“menginsyafkan”) para dai salaf yg “berlebihan” harap benar2 mengutamakan sikap proporsional dan bukan malah menunjukkan intima’nya thd kelompok tertentu. apalagi menghasung pendapat2 (black campaign) dari tokoh2 yg jelas berseberangan. jadinya bukan pencerahan tetapi perselisihan yg tidak akan ada habis2nya.

    Afwan.. Syukron…

    Syukur kalau mas bims berpendapat bahwa dakwah itu harus disampaikan dengan cara yang baik. Akan tetapi, harus mas bims ketahui pula bahwa dakwah itu object oriented. Kalau semua object dakwah adalah seperti mas bims yang tahu bahwa dakwah harus disampaikan dengan cara yang baik, insya Allah semua bisa beres. Tapi blog ini dibuat bukan untuk orang-orang seperti mas bims. Blog ini dibuat untuk orang-orang yang tidak tahu bahwa dakwah itu harus disampaikan dengan cara yang baik. Oleh karena itu, maka gaya tulisannya pun disesuaikan dengan object dakwahnya.

  13. uncal Says:

    Bismillah.
    Pengelola blog ini mengatakan:
    “Kalau ada perbedaan pendapat antara ulama salafy dan ulama non-salafy, apakah itu pasti bukan khilafiyah ?”
    *)Yaa akhi,kenapa komentarnya tdk ditampilkan semua supaya komentar saya bs terlihat lebih jelas?

    Simple saja. Komentar-komentar yang tidak sesuai dengan manhaj salaf akan disensor. Bagaimana kriteria “yang tidak sesuai dengan manhaj salaf” itu ? Mungkin tidak semua orang tahu. Tapi semua orang punya hak untuk menilai untuk dirinya sendiri. Mas Uncal belum pernah merasakan bgmn rasanya mendapat sebutan “menyelisihi manhaj salaf” ? Kalau belum, saya hanya ingin memberikan gambaran, kira-kira seperti inilah rasanya ketika “sesuai dengan manhaj salaf atau tidak” diklaim oleh seseorang. Tidak enak, bukan ?

    Perbedaan ulama salafy dg selain mereka bisa terjadi pd masalah2 khilafiyah atau pun pada masalah2 ushul. Karena itu wajib bagi kita utk mengetahui mana masalah yg pokok ataupun masalah yg memang khilafiyah. Utk urusan khilafiyah maka terdapat kelapangan bg kaum muslimin utk berbeda pendapat tanpa harus saling mencela dan membid’ahkan.

    Yang mas Uncal tulis di atas itu teori. Bagaimana kesimpulan akhirnya ? apa ada perbedaan pendapat antara ulama salafy dan ulama non-salafy yang masuk kategori khilafiyah ? Ada ? atau tidak ? Kalau menurut mas Uncal jawabannya adalah tidak ada (meskipun mas Uncal tidak berani menyebutkan secara langsung jawaban itu), maka saya katakan bahwa jawaban itulah yang menunjukkan bahwa mas uncal memang ta’ashub pada kelompok sendiri. Dan kalau sudah sampai di sini, nasihat berikutnya adalah, “Insyaflah …!”

    Jadi saya tanya ulang sekali lagi, bagaimana kesimpulan akhirnya ? apa ada perbedaan pendapat antara ulama salafy dan ulama non-salafy yang masuk kategori khilafiyah ? Ada ? atau tidak ? jangan mutar-mutar.


  14. Ohya saya baru tahu kalau yang dimaksud para ulama ahlusunnah adalah ulama-ulama arab saudi tok…
    Saya khwatir ini malah jatuh kepada ta’ashub.
    metode dakwah itu pun masih pada taraf yang ijtihadiyah.

    Betul sekali.

  15. bims Says:

    sepengetahuan saya bukan ulama ahlussunnah saudi saja yang dijadikan rujukan oleh para salafiyun … ada dari yordania, aljazair dan berbagai tempat di belahan dunia ini, bahkan tidak terbatas oleh waktu, tempat dan zaman.. jadi mungkin antum perlu kaji sekali lagi dech…

    Syukron..

    Mengambil pendapat dari banyak ulama itu bagus. Tapi memilah-milah bahwa hanya ulama ini dan itu saja yang termasuk ahlu sunnah, maka ini adalah berlebih-lebihan. Ini sekedar masukan untuk mas bims.

  16. bims Says:

    Sejujurnya yang antum katakan itu benar, memang sebagian salafiyun (tidak semua)seperti itu, karena mungkin mereka memahami manhaj yang mulia ini belum secara tuntas sehingga ada satu yang sering ditinggalkan/terlupakan tetapi ini seringkali fatal yaitu akhlak, kalau mereka mau menengok dengan seksama bagaimana para ulama sunnah berdakwah dan berikhtilaf, mereka akan melihat akhlak padanya dg tidak disertai oleh hawa nafsu.

    kemudian saya yakin juga mengapa antum membuat blog ini, karena salah satunya merasa gerah ulama-ulama yang antum jadikan rujukan “dihujat” (walaupun sebenarnya tujuannya adalah nasehat & peringatan dari ulama yg lain.. kita berhusnudzan aja ya..)kita masing2 punya mindset sendiri2 sehingga kita kadang juga tdk merasa bhwa kita sndiri juga tengah berta’ashub dg ulama2 tertentu.. termasuk artikel2 yg ada dalam blog ini.

    Koreksi.
    Saya tidak berafiliasi pada ulama-ulama tertentu.
    Siapa saja yang berkata benar, maka akan saya ikuti. Termasuk ulama-ulama yang sering diikuti oleh kelompok salafy sendiri.
    Jadi, alasan saya membuat blog ini bukan karena ulama saya dihujat. Tapi karena ada kelompok yang sering menghujat kelompok lainnya, terlepas dari siapakah yang dihujat itu.
    Anyway, seperti yang mas bims katakan, kelompok salafy memang tidak punya kurikulum baku dalam penyampaiannya, dan tidak object oriented. Akibatnya, banyak anak-anak muda yang justru sering mendapat materi bid’ah (dan membid’ahkan), sementara dia belum mendapat materi bagaimana cara mengontrol lidah, emosi dan tulisannya. Kalau dakwah hanya disampaikan apa adanya tanpa melihat kesiapan object dakwahnya, seperti sekarang inilah hasilnya.

  17. bims Says:

    kalau memilah-milah ulama menurut selera sendiri memang itu tidak dibenarkan.. tetapi derajat dalam menerapkan manhaj dalam dakwahlah yang membedakan mereka, sayangnya diantara kita juga belum sepakat terhadap manhaj tsb.

    betul sekali.

    contoh aja ya.. baru2 ini ada seorang ulama yang memfatwakan bahwa bukan bid’ah memperingati maulid nabi Sholallohu ‘Alaihi Wa Salam. dari satu sisi ini saja kita bisa menilai derajat dlm menerapkan salah satu manhaj ahlussunnah yaitu menegakkan sunnah dan membersihkan bid’ah2 dari umat. jika antum tidak berta’ashub dg ulama tertentu, coba mari kita bandingkan fatwa tsb dg fatwa yg berbunyi sebaliknya dr ulama yg lain dg hati yg terbuka, benar2 ingin mendapatkan pencerahan, dg memperhatikan dalil2 yg dikemukakan keduanya.. dan tidak phobia dg istilah2 syirik dan bid’ah dan yakin bhwa kebenaran itu kadang pahit dan berseberangan dg mayoritas umat.

    Akar masalah peringatan maulid ini bukan terletak pada bid’ah atau tidaknya, tapi terletak pada apakah dia termasuk masalah ibadah atau bukan. Saya lebih yakin bahwa peringatan maulid ini termasuk ke dalam masalah muamalah (dan bukan ibadah). Dan buktinya bisa dibalik, karena Rasulullah saw dan para shahabatnya tidak pernah mengadakan acara maulid, maka berarti ia tidak termasuk masalah ibadah.
    Sebab kalau perayaan maulid adalah termasuk ibadah, maka Rasulullah saw dan para sahabatnya adalah orang pertama yang akan melakukannya.

    Kecuali kalau masyarakat sudah sampai memandang bahwa perayaan maulid itu adalah bagian dari syariat Islam yang harus dikerjakan dan berdosa kalau ditinggalkan. Pada tahap ini, baru dia dikatakan sebagai bid’ah karena dianggap sebagai syariat baru. Jadi ada faktor dari pihak si pelakunya itu. Hal ini sama dengan orang yang membiasakan diri mengaji satu juz tiap hari jam 4 sore dan orang yang meyakini bahwa mengaji satu juz tiap hari jam 4 sore adalah fardhu ‘ain. Orang yang terakhir inilah yang sudah terjatuh pada bid’ah.

    Sekarang saya tanya balik, mengapa mas bims ikut meyakini bahwa perayaan maulid itu termasuk ritual ibadah ? karena mas bims sudah mengerti kriteria ritual ibadah ? atau karena mas bims “asal ikut pendapat ulama yang mengatakan bahwa maulid itu ibadah” ? Kalau mas bims mengerti kriteria ibadah, maka itulah ittiba. Tapi kalau mas bims termasuk ke dalam kelompok yang “asal ikut”, maka itulah taklid. Renungkan saja, dan tidak usah men-judge orang lain.

  18. uncal Says:

    Bismillah.
    Calm down yaa akhi insyaflah..,
    (Saya dan kawan2 bahkan sudah terbiasa disebut menyelisihi manhaj salaf, bahkan saya sudah terbiasa tdk mendapatkan jawaban dr salam saya kpd sebagian saudara saya. Tp kami selalu yakin bhw selama kita mengikuti petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah dg pemahaman salaf, mk tdk akan memudharatkan kita ucapan2 apapun..)
    Bukankah sudah saya katakan bahwa perbedaan antara ulama salafy dg selain mereka bs terjadi pada hal2 pokok dan hal2 yg khilafiyah.
    Contoh yg sering terjadi dlm masalah khilafiyah adalah masalah fiqih seperti sunnahkah shaum 6 hari di bln syawal, bersedekap ketika i’tidal, mengerak2an telunjuk saat tahiyyat dll. Perbedaan ini pun terjadi antar ulama2 salafy bahkan ada ulama yg mengatakan sesuatu itu sunnah ttp ulama yg lain dg tegas mengatakan bhw itu bid’ah yg sesat (Namun keduanya tetap saling berkasih sayang dan tidak menyebut yg lain sbg ahli bid’ah).
    Sedangkan dlm urusan ushul spt : bolehkah kita memakai hukum di luar Islam (sosialis,demokrasi,liberalis,dll), apakah akidah bs diambil dr hadits ahad yg shahih, bolehkah kita bertawasul kpd orang yg telah meninggal, pemahaman ttg asma wa shifat Allah, dll dr masalah tauhid, akidah, dan manhaj. Maka inilah yg hal yg membedakan siapa saja yg mengikuti salaf dan mana yg menyelisihi dan inilah hakikat perbedaan antara ulama salafy dg selain mrk. Timbangannya adalah dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah, ijma’ sahabat, pemahaman sahabat; tabi’in; tabi’ut tabi’in, dan aqwal para imam ahli hadits di setiap zaman.
    Maka cara yg paling bijak adalah menimbang diri kita sendiri, lalu keluarga kita, kemudian kawan2 kita. Apakah kita sudah mengikuti salaf atau belum? Utk itu perlu ilmu, maka teruslah kita bersungguh-sungguh menuntut ilmu. Wallahu a’lam.

    Saya komentari bagian yang saya buat menjadi tebal di atas.
    Perbedaan pendapat antara ulama salafy dan ulama non-salafy dalam masalah demokrasi dll bukan terletak pada apakah kita boleh melakukannya atau tidak. Semua ulama tahu kalau demokrasi itu tidak islami.
    Tapi di antara ulama-ulama tersebut, ada yang berpendapat bahwa karena demokrasi itu tidak islami, maka harus kita tolak tanpa harus melihat efek-efeknya lagi.
    Dan ada yang berpendapat bahwa kalau memang kita tidak mampu atau belum mampu meninggalkan demokrasi, maka untuk sementara just do it, sambil kita usahakan perbaikan sebisa kita.

    Saya lebih cenderung pada pendapat yang kedua. Karena masalah ini adalah masalah yang sudah mencengkeram kehidupan kita semua. Sama seperti semua transaksi keuangan kita yang ujung-ujungnya akan jatuh pada praktek riba yang dilakukan oleh Bank Indonesia sebagai pusat seluruh bank. Apa kita harus meninggalkan bank syariah hanya karena ia menginduk pada Bank Indonesia ?
    Terlalu naif sekali.

    Dan yang lebih naif lagi adalah kalau orang yang memperjuangkan bank syariah di tengah badai sistem ribawi di-judge sebagai orang yang telah melanggar masalah-masalah ushul dalam agama kita.

  19. uncal Says:

    oiya ada tambahan..
    Jika memang apa yg saya sampaikan tdk sesuai dg manhaj salaf maka silakan koreksi kesalahan tsb. Saya ingin mengikuti mereka yg senang dinasihati dan dikoreksi kesalahannya agar bs ruju’ pd al-haq, mudah2an saya mampu.
    Jazakallahu khaira..

  20. bims Says:

    Saya bersyukur jika antum spt itu dan saya setuju dg antum dlm bbrp hal, memang dakwah itu hrs disampaikan dg akhlak yg baik dan seharusnya object oriented.. tetapi sebenarnya hal tsb sudah disampaikan oleh para ulama mis. ttg bahaya lisan, menjaga hak saudaranya dll. tetapi mungkin krn kurang ditekankan oleh para ustadz2 yg notabene adlh para tholabul i’lmi juga atau hal ini krg diperhatikan dan diterapkan dlm kesehariannya oleh mrk. shg benar perkataan ini “sesuatu yg haq tetapi disampaikan dg krg akhlak maka orang akan lari, sebaliknya sesuatu yg pada dasarnya bathil, krn penyampaiannya penuh lemah lembut, menarik dan penuh akhlak maka merekapun akan menyambutnya”

  21. bims Says:

    Kembali ke topik memilah-milah ulama, sebenarnya masalah peringatan/perayaan maulid adlh salah satu contoh saja utk menunjukkan bhwa ulama-ulama tsb mau ga mau hrs dipilah-pilah.. gitu akhy..

    Saya justru balik tanya sama antum apakah sesuatu yg disebut bid’ah dlm agama itu hanya berhubungan dg ritual ibadah? bagaimana mnrt antum kalo kita balik lg logikanya, dg Rasulullah yg telah menentukan hari2 yg dikhususkan/dirayakan didlm Islam selama setahun? Apakah kita diperbolehkan menentukan hari2 khusus lain yang berkaitan erat dg agama kita sedangkan Nabi dan para sahabat tdk melakukannya? apakah kebanyakan kaum muslimin yg merayakan maulid bisa dijamin terlepas dr rasa mengkhususkan/mengistimewakan hr tsb? trs bagaimana yg berkembang di masyarakat kita? dr mulai memperbanyak sholawat, diba’, barjanji, ritual2 ibadah lain s/d sekatenan di hari itu, benar, sholawat adalah ibadah dan dianjurkan kita memperbanyak sholawat tetapi mengkhususkan waktu2 tertentu tanpa dalil, itu tdk dibenarkan, bukankah salah satu fungsi ulama adalah menjaga kemurnian agama ini? Dan menutup pintu2 yg membawa kpd kerusakan dlm beragama (preventive)?, trs kira2 umat mau terima ga kalau peringatannya pas bukan tgl 12 robiul awwal (krn itu masih ikhtilaf ulama)? bgmana dg tasyabbuh bil kuffar yaitu mis. dg perayaan natalnya kaum nashrani?. Tujuan awal dr peringatan maulid nabi adalah memuliakan/mengekspresikan kecintaan kepada nabi, memuliakan/mencintai Nabi diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, apakah itu bukan termasuk ibadah? sedangkan cinta itu bersyaratkan pada taat dan ittiba’. Atau mungkin hal ini yg disebut object oriented? Krn mayoritas umat memperingatinya?

    Afwan jika saya men-judge orang lain, begitulah kebanyakan manusia kadang sering ga sadar kalau dirinya sedang men-judge saudaranya.

    Yang benar adalah, harus ada orang yang punya wewenang dan legitimasi untuk menentukan apakah perayaan maulid di negara kita sudah terjatuh pada ritual ibadah ataukah tidak. Dan orang yang punya wewenang itu bukan saya, bukan mas bims, bukan ulama saya, bukan pula ulama mas bims. Orang yang punya wewenang itu adalah orang-orang yang benar-benar punya hak untuk menentukan dan menilai kondisi masyarakat kita. Untuk kasus negara kita, maka MUI-lah yang paling pas untuk menentukan hal tsb. Dan realitanya, MUI tidak pernah menyebutkan bahwa perayaan maulid di negara kita sudah terjatuh pada bab ritual ibadah.

    Jadi, satu hal yang sering kita lupakan adalah, kadang kala kita ingin memaksakan pendapat ulama kita kepada orang lain, padahal ulama kita bukanlah hakim yang sah di negeri kita ini. Maka siapapun dia, ulama manapun dia, kalau dia tidak punya wewenang untuk menentukan seperti apa masyarakat kita, maka pendapat-pendapatnya hanyalah sebatas opini, bukan ketetapan apalagi vonis.

  22. ammar Says:

    demi Alloh saya dulu membenci orang-orang salafy yg suka membidah-bidahkan golongan lain.
    3 tahun saya bekerja di LAZIS dan menjadi seorang murobi dikalangan mahasiswa saya aktif dalam liqo.jiwa keislaman saya seolah tumbuh dg perjuangan menegakan islam yang kafaah di kampus maupun lewat jalur politik.
    demi Alloh,…saya bertobat padaMu ya…Rabb
    ternyata LAZIs yg dibentuk dikota-kota besar di seluruh nusantara disalah gunakan dan dana zakat yg digembargemborkan untuk kepentingan akherat diintruksikan oleh link pusat untuk biaya kampanye dan akomdasi sebuah PARTAI YANG BERLABEL ISLAM DENGAN SLOGAN KEADILAN.
    habis itu saya mendengarkan rekaman mp3 ustad salafi yang mengatakan “ahli bidah lebih berbahaya daripada ahli maksiat”
    setelah itu kemarahan saya kepada teman-teman salafi terkikis sudah dan saya tidak malu2 datang ke kajian2 salafi,dan belajar. subahanallah, semua perkara kalo berjalan dg dalil yang jelas insyaalloh kitatidak akan tersesat, dan segala sesuatu kalo menggunakan akal yg ditemui adalah kehancuran.
    mulai dari itu atribut keislaman model itu saya lepas total, ketika kekotoran telah terang2an didepan mata. bahkan saya malu dengan tukang becak yg memakai kaos PDIP.
    Afwan. ini kisah nyata saya,
    saya mau bertanya sekarang kepada teman-teman yg tidak mau dibilang bidah
    “apakah mengumpulkan zakat lalu digunakan untuk kepentingan politik, itu kejahatan apa?dosanya gimana”

    Yang pasti, tidak bisa dibenarkan. Tapi kalau lantas disimpulkan bahwa hanya kelompok salafy saja yang tahu bahwa itu salah, maka itu kesimpulan yang juga tidak bisa dibenarkan. Coba tanya pada orang-orang NU, Muhammadiyah, Persis, Hizbut Tahrir dan lainnya … mereka akan mengatakan hal yang sama juga.

  23. ammar Says:

    tahukah kamu siapa yang mendustakan agama?

  24. ammar Says:

    tahukah kamu siapa yang mendustakan agama?
    setahu saya NU,Muhammadiyah tidak pernah menggunakan dana zakat untuk kepentingan praktis, karena keduanya mempunyai lembaga sendiri dan itu tidak mengatasnamakan zakat yg tanggungjawabnya langsung dengan Alloh.

    Maksud saya, NU dan Muhammadiyah pun akan mengatakan bahwa penggunaan dana zakat untuk kepentingan praktis itu tidak boleh. Jadi bukan cuma salafy yang mengatakan begitu.

  25. udin Says:

    apa yg dikatakan ammar benar jg.ana mengalami pengalaman hampir sama dg akh.ammar, ana juga dulu bekerja di lazis.akhirnya ana berhenti ktika aliran dana trsbt arahnya hanya menguntungkan sbuah partai politik PKS,kini ana menjadi penjual gorengan keliling yang mungkin lebih berkah untuk menafkahi anak istri.

  26. jatmiko Says:

    naudzubillah min dzalik, ana juga pernah bekerja di Laziz, dan banyak teman ana yang bekerja di Laziz sampai sekarang. dan laziz itu adalah laziz yang memang kebanyakan aktivisnya berafiliasi/mengaji pada partai yang berslogan keadilan itu. tapi belum pernah ana temui ada dana zakat yang masuk ke kas partai, naudzubillah. ana dan rekan2 yang bekerja di laziz bukan orang yang awam2 sekali tentang siapa yang berhak mendapatkan zakat. dan semua laziz tersebut memiliki ustadz2 yang kapabel, baik sebagai pengurus langsung maupun sebagai pembina. kalau ada yang mengatakan bahwa zakat dari umat islam yang masuk ke laziz kemudian oleh pengurus laziz dimasukkan ke kas partai maka itu adalah tuduhan yang serius, astaghfirullah. boleh2 saja tidak menyukai usaha laziz yang dikelola oleh orang2 yang berafiliasi ke sebuah partai islam, hanya karena orang itu ingin berkhidmat kepada umat lewat jalur laziz dan pada saat yang bersamaan orang itu juga ingin berkhidmat kepada umat lewat sarana partai. dan kebanyakan laziz itu muncul sebelum era partai… boleh saja kalau tidak setuju… tapi tuduhan dana zakat masuk untuk mendanai partai adalah tuduhan serius dan sangat menyakitkan…

  27. jatmiko Says:

    kepada akh udin dan akh ammar, bisakah antum menyebutkan nama dan lokasi laziz tersebut? atau antum sebutkan instruksi dari pusat yang pada kasus pemilu kapan? instruksi tersebut antum dengar dari siapa atau surat bertanda tangan siapa? Insya Allah ana bisa menelusurinya.

    adapun dana partai, semua tahu bahwa kebanyakan dana tersebut berasal dari kantung pribadi kader dan pengurus.

    adapun masalah laziz yang banyak didirikan oleh kader2 tarbiyah, akar pemikirannya sangat mudah ditelusuri dan dibaca secara terbuka, misalnya lewat buku fiqih zakat ustadz qradhawi, ustadz didin hafidhudhin, atau bahkan fatwa mengenai dana zakat untuk kepentingan partai bisa ditelusuri di situs konsultasisyariah atau eramuslim, atau di konsultasi majalah tarbawi dll.nya. semuanya terbuka.

    sebagai orang ngaji, antum tahu bahwa wajib untuk mengemukakan bukti bagi sang penuduh. apabila tidak, termasuk fitnah. dan ana sebagai seorang yang pernah berkecimpung lama di laziz merasa terdzalimi, dan akan mengangkat doa atas itu, Insya Allah.

    Islam tidak hanya mengajarkan pentingnya dalil-dalil. Islam juga tidak hanya mengajarkan kita untuk hanya sekedar membuka-buka kitab agama saja tanpa amal-amal nyata di lapangan. Dan salah satu bentuk amal nyata di lapangan adalah dengan menyediakan bukti-bukti untuk setiap tuduhan. Semoga kita bisa terhindar dari sikap mudah menyalah-nyalahkan orang lain, apalagi kalau kita tidak bisa memberikan bukti sesuai dengan standar yang diakui oleh syariat agama kita.

  28. jatmiko Says:

    Dulu di sebuah laziz di jogja, pernah ada diskusi diantara pengurus, etis atau tidak seandainya pada saat penyerahan zakat kepada yang berhak, amil zakat laziz tersebut sambil memakai kaos partai? ketika itu kesimpulan akhir pengurus laziz adalah tidak boleh karena orang yang berzakat tidak mengakadkan zakatnya untuk partai, tidak juga menitipkan kepada partai, meskipun sebagian muzakki adalah kader partai yang mengetahui bahwa kebanyakan kadernya adalah rekannya juga. beda dengan infaq kader yang memang diinfakkan sewaktu ada rencana bakti sosial yang memang diadakan oleh partai, dan memang infak itu langsung diamanahkan kepada partai bukan lembaga laziz. jika memakai kaos partai saja tidak boleh dan tidak etis, bagaimana mungkin pengurus laziz mengalihkan zakat kepada partai?

    ada satu hal yang ana ingat, bahwa sampai tahun 2005, laziz kami dan seingat ana kebanyakan laziz ikhwah sudah memiliki sistem audit eksternal oleh lembaga audit yang profesional, di saat laziz-laziz lain belum melakukan hal itu.

    di dalam al kabair syaikh syamsuddin adz dzahabi memasukkan tuduhan tanpa bukti sebagai dosa besar. dan sebetulnya semua orang ngaji tahu hal itu, namun sayang tanpa sadar sering melakukannya, karena meremehkanya.
    waLlahul Muwafiq ila aqwamith thariq.

  29. putranto Says:

    para pembaca yg budiman
    saya orang awam tentang ini,
    tapi saya paham tentang partai dimana suripto didalamnya. siapa suripto?? dia mantan intelejen dan untuk masalah siasat dan tipu muslihat dia jagonya. jadi saya paham mau dibawa mana arah PKS.
    kalo masalah dana LAZIS sebagai back up untuk PKS “pengalaman ammar dan udin” memang perlu dikaji lebih dalam
    kemungkinan bisa betul
    kemungkinan bisa salah
    mungkin sodara jatmiko dan kawan2 berdiri digaris paling bawah yang tugasnya membuat dan menyebarkan buletin jumatan dg iklan sadar sakat dan hanya sebagai marketing sebuah lazis saja.

    Saya sempat survey, ternyata orang-orang “atas” di pks juga tidak setuju dengan penyalahgunaan dana zakat ini. Tapi mungkin hasil survey saya ini salah. Yang pasti … saya tidak berani ikut menuduh tanpa bukti.

    perlu sodara jatmiko ketahui, soal lembaga audit yg jatmiko anggap profesional, jatmiko tidak pernah berpikir ya, bahwa tarbiyahpun membentuk rekanan kadernya dibidang itu, itu telah terformat dari agenda gerakan bawah tanah yang dilancarkan Ikhwanul muslimin.

    untuk ammar dan udin
    saya rasa anda harus berani membuka kedok tentang ini, kalo memang anda punya bukti valid, biar orang awam seperti saya dan jutaan umat islam bisa mengerti makna sesungguhnya.

    Betul … bukti yang valid harus disertakan dalam setiap tuduhan. Di dalam Islam, orang yang hanya bisa menuduh tanpa bisa memberikan bukti-bukti yang valid dan diakui oleh syariat yang berlaku (bukan bukti valid menurut versi sendiri), maka orang itulah yang akan mendapat hukuman karena telah mencemarkan nama baik orang lain.
    Kita harus bisa mengambil pelajaran dari orang yang menuduh orang lain berzina, lalu dia hanya bisa memberikan 3 orang saksi. Mungkin orang yang dituduh itu benar-benar berzina, dan mungkin pula 3 orang saksi itu benar-benar menyaksikan proses perzinahan itu. Tapi di dalam hukum Islam, bukti yang bisa diterima oleh syariat Islam adalah 4 orang saksi. Kurang dari itu, justru si penuduh-lah yang akan dihukum.

    kalian berdua kalo saya bisa menebak mungkin sekarang sedang beralih dari tarbiyah mungkin anda sedang tertarik dng ahli sunah, oleh karena itu anda harus jujur

  30. SIDIK Says:

    BOIKOT PEMILU ALA HUKUM KAFIR
    caranya mudah kok….
    ga harus ikut arusnya partai politik atau mebentuk partai dakwah.
    Umat Islam yang 160 juta semua GOLPUT
    SECARA OTOMATIS aturan pemilu gugur total

    dengan demikian umat tinggal memilih seoran kafillah.
    gampang kan ga usah kebawa arusnya….
    ga usah ikutan apke dasi…
    trus mau nerima suap…
    eh…mulai diendus KPK terus dikembalikan
    yang simpel-simpel aja….
    inget bung …
    agama seseorang tergantung agama temennya en dng siape dia bergaul…
    he..he..he…
    ah..lu pada jangan bego-bego amatlu masih bau kencur maslah politik
    lu cuan diperalat doang
    cape dapetnya…mending dikampus pada belajar yg rajin daripada liqo-liqoan kayak model gitu…percuman bung.
    aneh juga…

  31. jatmiko Says:

    mas putranto yang pinter tapi awam…

    cape deh

  32. jatmiko Says:

    kutip

    putranto Says:
    April 26, 2008 at 7:34 pm
    para pembaca yg budiman
    saya orang awam tentang ini,
    tapi saya paham tentang partai dimana suripto didalamnya. siapa suripto?? dia mantan intelejen dan untuk masalah siasat dan tipu muslihat dia jagonya. jadi saya paham mau dibawa mana arah PKS.

    Ok, top deh analisisnya… mas putranto ini mungkin orang jenius

    kalo masalah dana LAZIS sebagai back up untuk PKS “pengalaman ammar dan udin” memang perlu dikaji lebih dalam
    kemungkinan bisa betul
    kemungkinan bisa salah

    Masalahnya adalah, kita belum bisa menyimpulkan itu pengalaman betul atau rekaan. Mana buktinya?

    mungkin sodara jatmiko dan kawan2 berdiri digaris paling bawah yang tugasnya membuat dan menyebarkan buletin jumatan dg iklan sadar sakat dan hanya sebagai marketing sebuah lazis saja.

    Jadi selain ahli analisis mas putranto ini berbakat jadi peramal juga…

    perlu sodara jatmiko ketahui, soal lembaga audit yg jatmiko anggap profesional, jatmiko tidak pernah berpikir ya, bahwa tarbiyahpun membentuk rekanan kadernya dibidang itu, itu telah terformat dari agenda gerakan bawah tanah yang dilancarkan Ikhwanul muslimin.

    Cape deh

    untuk ammar dan udin
    saya rasa anda harus berani membuka kedok tentang ini, kalo memang anda punya bukti valid, biar orang awam seperti saya dan jutaan umat islam bisa mengerti makna sesungguhnya.

    Buat akh ammar dan udin… sepertinya anda tak perlu bukti valid, toh mas putranto ini sudah menyimpulkan sebelum antum mengemukakan bukti-buktinya…

  33. Gus Pur Says:

    saya sangat setuju saja, bila ada bisikan mengenai hal ini.
    katanya ada perselisihan antara kader PKS ceritanya dengan mantan kader PKS. he..he…he..
    ingat pesan saya
    kalo ingin kaya masuklah Golongan karya
    kalo ingin berani masuklah PDI MEGAWATI
    kalo ingin neraka masuklah partainya anis mata
    he..he…he….
    hai..Ammar, jatmiko, putranto tau gak
    IKHWANUL MUSLIMIN lewat PKSnya bukan hanya menelan dana zakat saja
    tapi dosa-dosa terhadap umat islam adalah:
    -bergaul dg kaum khawarij
    -mendewakan akal daripada akidah
    -menyimpan bara makar gerakan bawah tanah,s ebagaimana yg terjadi di mesir
    -

    Menyebarkan berita-berita negatif tanpa bukti adalah dosa besar di dalam Islam.
    Yang dituduh mungkin saja benar-benar salah.
    Tapi menyebarkan berita negatif di muka umum tanpa bukti adalah bukan mungkin lagi, tapi sudah pasti salahnya.

  34. cak imin Says:

    FAKTA DAN NYATA
    untuk PKS dan kadernya
    kalian kenal kan ma Lidia Kandou artis tahun 80 en istri Jamal Mirtad ditahun 89 pernah …

    Tulisan disensor. Menjelek-jelekkan seseorang tanpa bukti adalah dosa besar.

  35. yeny wahid Says:

    didih cak imin
    lu udah berani nantang bokap gua, masih nyebar fitnah lagi.
    hidup PKB Gusdur
    he..he…he….
    oh iya untuk teman-teman muda, sesulit apapun ekonomi sekarang hindari menjadi pemungut zakat. bekerjalah dg tangan dan ototmu.nafkahilah keluarga dg hasil keringatmu.

  36. jatmiko Says:

    yeny wahid Says:
    oh iya untuk teman-teman muda, sesulit apapun ekonomi sekarang hindari menjadi pemungut zakat. bekerjalah dg tangan dan ototmu.nafkahilah keluarga dg hasil keringatmu.

    ?????

    tuan rumah, mbok sudah, tulisan yang gak mutu dihapus saja….

    Terima kasih mas Jatmiko.
    Insya Allah untuk ke depannya akan diusahakan agar bisa makin rapi dalam penataan komentar.

  37. tintin Says:

    mas mau tanya .. :)

    maksud anda yang merupakan khilafiyah dalam perbedaan ulama itu yang bagaimana ..??

    apakah khilafiyah seperti masalah qunut ..?? masalah sholat wajib berjama’ah ..??

    kalo anda mengambil fatwa dari tulisan syaikh Utsaimin, anda Insya ALLAH harus banyak membaca kitab² yang dikarang beliau ..:)

    misal saya ambil contoh .. masalah sholat berjama’ah ..

    Syaikh Utsaimin mewajibkan masalah sholat berjama’ah .. apakah ini khilafiah ..?? :)

    Benar … ini khilafiyah.
    Detilnya, silakan lihat di http://www.eramuslim.com/ustadz/shl/7823125111-hukum-sholat-berjamaah.htm

    Kalau mas tintin ingin mengikuti pendapat Syaikh Utsaimin dalam masalah sholat berjamaah ini, maka itu adalah hal yang baik sekali.

    Tapi kalau mas tintin lantas menyimpulkan bahwa hanya pendapat Syaikh Utsaimin-lah yang bisa disebut sebagai pendapat salaf, maka itu adalah kesimpulan yang salah.

    setahu saya para ustadz salafi juga sering menjelaskan perbedaan masalah khilafiah .. tetapi mereka selalu menunjukkan mana yang rojih dari pendapat ulama, dan apabila ada ulama yang mempunyai kesalahan .. mereka juga mengutip ulama muktabar yang telah menjelaskan kesalahan dari ulama tersebut dengan baik dan tetap memuji ulama tersebut,jadi mohon diperjelas lagi ..

    well tujuan anda ingin menginsyafkan para salafi itu bagus .. saya menilai judul blog ini seperti mengandung makna “anda yang lebih benar” dari para muslimin yang berusaha mengikuti jejak salaf dan mereka masih mempunyai kesalahan. APakah anda sudah berusaha ..?? *nggak perlu dijawab yah* kita introspeksi diri masing² :)

    SYukron ..

  38. cak imin Says:

    sy rasa hanya salafy yg mau mengakui sebuah keslahan, bila dibandingkan dg faham lain.
    lihat saat ust Jafar Umar Thalib dianggap tlah menyimpang dari pemahaman salafy akibat tidak mau mendengarkan fatwa ulama tentang makna jihad diambon, maka ribuan org salafy tak taklid padanya (ust jafar) dan utd jafar tak mau rujuk pada manhaj yg benar, akhirnya ust jafar yg dulu dicintai dan dielu2kan, terpaksa ditinggalkan.
    itulah contoh yg baik tentang sedikit salafy

    Itu kalau Ustadz Ja’far Umar Thalib berada pada posisi yang salah.

    Bagaimana kalau ternyata Ustadz Ja’far Umar Thalib berada pada posisi yang benar ?
    Itu artinya, untuk mengakui kesalahan-pun kelompok salafy sudah tidak mau lagi melakukannya.

    Sekedar perbandingan, lihat tulisan Ustadz Ja’far Umar Thalib yang berjudul “Berbuat Adil-lah, Wahai Salafiyyin”.

    http://salafy.wordpress.com/2007/11/12/berbuat-adi-lah-wahai-salafiyin/

  39. cak imin Says:

    benarkan,betapa dangkalnya anda,pahamilah siapa jafar umar itu, … cut

    Komentar yang tidak sesuai dengan manhaj salaf akan dihapus atau disensor dari blog ini.

  40. arifin Says:

    “berbuatlah adil, wahai salafiyyin” tulis Ust Jafar Umar Thalib.

    saat diambon kita, sama-sama berangkat, meninggalkan anak istri, jual harta benda, membela darah kaum muslim ambon supaya tidak terus tercecer oleh kaum kuffar, takala engkau Ustad Jafar berteriak-teriak, petantang-petenteng di media massa, tantang sana tantang sini.
    disaat itu salafiyyin yg engkau bina, baku hantam dg senapan lawan.
    disaat engkau Ustad Jafar tidur nyenyak dihotel yang empuk
    disaat itu salafiyyin yg engkau ajak, makan rumput
    egomu begitu besar
    engkau ambisius
    disaat salafiyyin pulang dari ambon dg gamis kumal dan compang camping
    sedang engkau menerima kucuran dana atas akksi hero(kamuflase)mu diambon.

    Realita jauh lebih bernilai dari seribu alasan.
    Realitanya, hanya Ustadz Ja’far-lah yang ditahan. Yang lain hanya bisa mencemooh.

  41. musdar Says:

    bergaul dengan majelis dzikir yg jelas-jelas bidah…..engkau jaf’ar
    apakah itu salafiyyin?

    Tulisan Ustadz Ja’far:
    Melalui tulisan ini, saya sebagai guru terhadap murid-murid saya, sebagai da’i (juru dakwah) kepada para mad’u (pihak yang didakwahi), atau kepada bekas murid saya yang sekarang sudah merasa lebih pintar dari saya

  42. mki sman 5 surakarta Says:

    Assalamu`alaykum warohmatullah…

    Afwan, komentar ini tidak usah ditampilkan. Silakan antum spam tapi bacalah dulu.

    Ya akhi, pertimbangkanlah lagi publikasi blog ini. Ana sebelum menulis komentar sempat berhenti sejenak, memikirkan alasan apa yang mendasari antum membuat blog ini. Tanpa lasan yang kuat tentunya tidak akan sampai selama ini antum bertahan.(tanyakan pada diri antum kembali akh)
    Jika antum berkeinginan menasehati mereka (muslimin yang antum sangat cintai itu) agar kembali pada kebenaran. Maka nasehatilah dengan cara yang baik. Cara disini bukan hanya tulisan yang sopan,lembut tapi pertimbangkan lagi. Apa mungkin dengan publikasi yang semacam ini dapat mencapai hasil yang diharapkan?

    Ana ingin menasehati antum dengan cara yang baik, tapi karena tempat, waktu dan lainnya yang terbatas. Jadi afwan hanya ini yang dapat ana sampaikan. Dengan berusaha semaksimal mungkin, semoga bermanfaat. Mari bersatu di atas sunnah. Jangan membuat suatu kata yang menjauhkan umat dari sunnah. mungkin yang antum maksud suatu kelompok atau orang tertentu dengan mengatakan insyaflah wahai salafy… Namun, secara umum orang yang pertama membaca ini, otak akan bereaksi cepat sehingga tertuduhlah sunniy salafy dengan suatu hal yang tidak seharusnya dituduhkan pada mereka.

    Mari belajar pada para ulama, jika belum bisa pada murid2nya..

    di indonesia ini alhamdulillah telah banyak ustadz yang bermulazamah atau belajar pada para ulama. Bahkan ada yang mendapap rekomendasi dari sebagiannya. Afwan, komentar ini tidak usah ditampilkan. Silakan antum spam tapi bacalah dulu.

    Allahu`alam.
    Wassalamu`alaykum Warohmatullah.

    Komentarnya bagus sekali.
    Kalau saja semua Salafy seperti Anda …
    Barokallahu fiikum.

  43. musdar Says:

    بسم الله الرحمن الرحيم
    إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ،

    Amma ba’d:
    Adapun sekarang betapa jauh keadaannya dari yang dulu (Ja’far Umar Thalib, red), … cut

    Komentar yang tidak sesuai dengan manhaj salaf akan dihapus atau disensor dari blog ini.

  44. susuh manuk Says:

    yg dr sma 5 surakarta
    antum memang benar
    menyuruh insyaf, org yg berusaha ittiba pada Rosululloh
    menyuruh insyaf, org yg berusaha menghindari kebidahan dgn mengada-ada perkara baru dlm agama
    menyuruh insyaf org yg ingin memurnikan agama Alloh dari kenistaan akal manusia

    apakah negkau tidak salah dalam membuat blog

    Orang-orang yang ber-ittiba kepada Rasulullah, berusaha menghindari kebid’ahan atau ingin memurnikan agama Allah adalah orang-orang yang baik. Mereka tidak perlu di-insyafkan.
    Yang diminta untuk insyaf di blog ini adalah orang-orang yang merasa bahwa hanya kelompok mereka-lah satu-satunya kelompok yang ber-ittiba kepada Rasulullah, hanya kelompok merekalah yang bersih dari bid’dah, dan hanya kelompok merekalah yang bertujuan untuk memurnikan agama Allah.

  45. joko iswanto Says:

    Assalamualikum
    Penamaan blog “INSAFLAH, WAHAI SALAFI.” Jika tujuannya untuk insaf dari manhaj salaf tentu ini suatu musibah buat umat islam, karena sama aja menyelisihi pemahaman salafush-sholeh. tapi jika untuk nasehati orang yang bermanhaj salaf untuk benar-benar mengikuti manhaj salaf secara keseluruhan itu alhamdulillah,mudah-mudahan jadi amal sholeh. tapi sungguh-sungguh sayang blog ini penuh dengan artikel-artikel yang berlawanan dengan manhaj salaf, seperti …. cut

    Komentar yang isinya berlawanan dengan manhaj salaf akan dihapus atau disensor seperti komentar di atas.

  46. gusdur Says:

    whuahhhhaaa…ha…ahaaa
    ayo…padu…trusss

  47. hamba ALLAH Says:

    Maju terus dan semoga web ini membawa manfaat bagi sebanyak banyak manusia…

  48. Prawirasduarga Says:

    “Kebenaran itu datatangnya Dari Allah Swt”

    Saya rasa tidak ada satu golonganpun yang tidak sepakat dengan kalimat diatas.

    Namun pertanyaannya adalah ”

    “Apakah kebenaran yang telah diterjemahkan oleg masing-masing golongan tetap menyandang nilai “Kebenaran” yang Allah maksudkan.

    Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Qs. Al-Baqarah : 256)

    Bila kita mau merenungkan sejenak maka dapat kita ketahui bahwa :

    Seluuuuuuruh perselisihan yang ada diatas muka bumi ini semuanya berakar pada perbedaan penafsirannya terhadap Firman-firman Allah Swt. di dalam kitabnya, maka dari itu Allah Swt. berfirman :

    Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. (Qs. Al-Hajj : 19)

    Maka sebagai renungan bersama :

    Apabila seseorang mengatakan sesuatu hal yang disandarkan kepada Allah Swt. maka dia adalah Thaghut, yang menyesatkan orang-orang yang mengikutinya, sementara orang-orang yang mengikutinya jelas itu adalah sebuah penyembahan.

    Sebagai contoh :

    Allah Swt. telah menetapkan bahwa “SEMUA” Bid’ah adalah sesat (HARAM), maka apabila ada seseorang mangatakan bahwa SEBAGIAN” dari Bid’ah adalah “HALAL” dengan membaginya menjadi “Bidah Hasanah” dan “Bidah Dhalalah”, maka disitulah letak kesyirikan atas penyembahannya kepada Thaghut yang mengatakan hal ini, yaitu menghalalkan apa yang telah Allah Swt. haramkan.

    cut

    Kita harus beragama dengan cara yang benar.
    Untuk menafsirkan ayat Al-Qur’an, gunakanlah hadits sebagai referensi.
    Untuk menafsirkan hadits, gunakanlah perkataan shahabat sebagai referensi.
    Jadi kalau Rasulullah mengatakan bahwa semua bid’ah adalah sesat, dan kemudian ada shahabat Rasul yang mengatakan bahwa ada juga bid’ah yang tidak sesat, maka apa kita akan menafsirkan perkataan Rasul menurut kita sendiri ? ataukah kita akan menggunakan perkataan shahabat sebagai referensi ?

  49. sihotang Says:

    kunci utama adalah menuntut ilmu
    ilmu didapat oleh ahlinya dan serahkan pada ahlinya

  50. Leave Me Behind Says:

    Salut pada pembuat blog ini. Tulisan2 antum sedikit banyak membantu menguak seperti apa bentuk kelompok ‘salafi’ masa kini dan perilaku2 mereka. Mudah2an menjadi pencerahan bagi kita semua yg masih sering dihujat dg tanpa bisa tabayyun oleh kelompok ‘salafi’, bhw bukan hanya mereka yg berusaha memurnikan al Haq. Wallahu a’lam. Syukran wa jazaakallah.

    Terima kasih.
    Mohon doa-nya agar kami bisa tetap konsisten dalam mengelola blog ini.

  51. fei shin Says:

    Assalamu’alaikum….afwan jiddan sebelumya…

    Dari yg ana lihat diatas (maksudnya komentar “apa kata mereka”)menunjukkan bahwa kaum liberal juga mencela salafi.

    cut

    Bagian yang bertentangan dengan manhaj salaf akan disensor.

    Ketika nasehat dianggap celaan ( ada kalanya nasehat itu keras tapi,bukan berarti benci)…tanda kasih sayang kepada sesama muslim

    Betul.
    Maka, terimalah nasihat dari blog ini.

  52. BADAR Says:

    bismillah

    di jaman ini banyak FITNAH (din), …

    cut

    Maaf, komentar yang bertentangan dengan manhaj salaf akan kami sensor.

  53. Hanif Says:

    Anda yang kebakaran jenggot ( kalo punya jenggot lah… wong mereka tidak mengamalkan sunnah ) berarti anda sama saja

    Ini komentar untuk siapa ?

  54. Abu Fauzan Says:

    Anda menyerukan untuk tidak berdebat, …

    cut

    Maaf, komentar yang bertentangan dengan manhaj salaf akan kami sensor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.