Dalam waktu-waktu tertentu, Rasulullah saw harus membagi ummat Islam menjadi beberapa kelompok.
Misalnya, dalam pembagian kelompok perang.
Dalam perang Badar, Rasulullah saw membagi pasukan muslim menjadi 3 kelompok:
- Kelompok Muhajirin, yang benderanya diserahkan kepada Mush’ab bin Umair bin Al-Abdary.
- Kelompok Anshar dari bani Aus, yang benderanya diserahkan kepada Usaid bin Hudhair.
- Kelompok Anshar dari bani Khazraj, yang benderanya diserahkan kepada Al-Hubab bin Al-Mundzir Al-Jamuh
Lihatlah,
Kelompok pertama adalah kelompok Muhajirin, yaitu kelompok muslim dari Makkah yang telah berhijrah ke Madinah.
Kelompok kedua dan ketiga adalah kelompok yang berasal dari bani Aus dan bani Khazraj, yang merupakan dua bani (garis keturunan) terbesar di dalam kelompok Anshar.
Maka, membagi ummat Islam berdasarkan lokasi, berdasarkan keturunan atau berdasarkan hal lainnya, bukanlah merupakan suatu kesalahan. Selama hal itu bisa mempermudah koordinasi kita.
Jadi, kalau ada orang yang mengatakan bahwa sebagai ummat Islam kita tidak boleh membuat kelompok-kelompok, mari kita sodorkan satu contoh di atas.
November 2, 2008 at 9:20 am
Akhi, hujjah2 anda masih rancu, dan dari mana dapat kaedah seperti itu (apakah ngarang sendiri).
“Maka, membagi ummat Islam berdasarkan lokasi, berdasarkan keturunan atau berdasarkan hal lainnya, bukanlah merupakan suatu kesalahan. Selama hal itu bisa mempermudah koordinasi kita.”
Kalau kalo kelompok berdasarkan lokasi, keturunan itu sah2 saja seperti Ikatan Muslim Indonesia di Australia, Ikatan Muslim Bawean di Singapura selama tidak taashub terhadap golongan/sukunya.
Sekarang kalau kelompok-kelompok itu sudah berbeda-beda akidahnya, cara memahami agamanya berbeda-beda, tentu hal ini bukan merupakan pembagian kelompok yg dikehendaki.
Realita saat ini, kelompok-kelompok dalam umat Islam yang terpecah-pecah bukan dalam masalah2 suku, lokasi, keturunan tetapi sudah dalam masalah yang ushul/pokok dalam agama ini yaitu akidah dan cara memahami agama. Contoh: ada kelompok yang mengatakan semua agama sama, kelompok yg tdk meyakini adanya adzab kubur,keluarnya dajjal,dll, kelompok yang beramal berdasarkan para Syaikhnya, dan penyelewangan-penyelewangan lainnya. Tentu saja hal ini sangat tidak kita harapkan, dan anehnya ada kelompok yang sangat menggebu-gebu keinginannya untuk menyatukan kelompok2 itu dgn membiarkan (saling menghargai apa yg mjd perselisihan antar kelompok itu).
February 25, 2009 at 4:18 am
kalau ada tausyiah2 buat ana tolong jangan segan2 kirim ke email ana ya..
Jazaakumullahu khairak katsira