Sebagian ummat Islam, yang aktif menyalah-nyalahkan kelompok lain, sering mengatakan bahwa semua kelompok Islam adalah kelompok Hizbiyyah, karena mereka telah membentuk kelompok-kelompok di dalam tubuh ummat Islam yang pada akhirnya memecah belah ummat Islam sendiri.
Intinya, mereka mengatakan bahwa “Hizbiyyah = kelompok”, sehingga mereka menyalahkan semua kelompok yang ada, dan mengklaim bahwa islam yang benar adalah islam yang tidak ada embel-embel kelompoknya.
Benarkah pendapat “Hizbiyyah = kelompok” ini ?
Pendapat Syaikh bin Baz
Ketika ditanya tentang jamaah-jamaah Islam yang berada di dalam ummat Islam, Syaikh bin Baz menjelaskan:
“Adapun jama’ah-jamaah jika terdapat banyak jenisnya di negara2 kaum muslimin yg kesemuanya bertujuan kebaikan dan membantu serta saling tolong-menolong dlm kebaikan dan ketaqwaan diantara kaum muslimin serta tdk mengikuti hawa nafsu, MAKA ITU SEMUA ADALAH BAIK DAN BAROKAH SERTA MANFAATNYA SANGAT BESAR, … “
Dari tulisan di atas, bisa dilihat bahwa Syaikh bin Baz sendiri berpendapat bahwa Hizbiyyah itu tidak sama dengan kelompok. Sebab kalau “Hizbiyyah = kelompok”, tidak mungkin beliau mengatakan bahwa itu semua adalah baik, barokah, dan bermanfaaat.
Selanjutnya, beliau menjelaskan:
“… adapun jika JAMA’AH TSB SALING MEMFATWAKAN SESAT THD JAMA’AH YG LAINNYA DAN MENJELEK-JELEKKAN PERBUATAN JAMA’AH LAINNYA MAKA JAMA’AH TSB ADALAH JAMA’AH YANG MEMILIKI KEBURUKAN SERTA BAHAYA YG SANGAT BESAR.”
Inilah penjelasan dari Syaikh tentang”Jamaah yang hizbiyyah”.
Artinya, makna Hizbiyyah bukanlah “kelompok”. Makna Hizbiyyah yang sebenarnya adalah “kelompok yang fanatik pada kelompoknya sendiri, dan dengan keyakinan itu mereka aktif membid’ah-bid’ahkan kelompok lain dan menjelek-jelekkan kelompok lain”.
Inilah kelompok yang “hizbiyyah” dalam makna sebenarnya. Inilah kelompok yang mendapat gelar “dharaarun ‘azhim” (memiliki keburukan yg luar-biasa besar) oleh Syaikh bin Baz sendiri pada penjelasan beliau di atas. Dan kelompok ini pula-lah yang telah menyalah-artikan makna hizbiyyah, dari makna sebenarnya menjadi makna “hizbiyyah = kelompok”.
Semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.
Penjelasan Syaikh bin Baz di atas bisa dilihat di:
January 11, 2008 at 1:55 am
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ana juga punya article mengenai jamaah akhi, klik aja…
1) http://ihwansalafy.wordpress.com/2007/10/08/fatwa-al-lajnah-ad-daimah-no-6270-tentang-jamaah2-islam/
2) http://ihwansalafy.wordpress.com/2007/10/08/fatwa-al-lajnah-ad-daimah-tentang-semua-jamaah-islam-termasuk-dalam-firqah-najiyyah/
3) http://ihwansalafy.wordpress.com/2007/10/08/fatwa-syaikh-abdul-aziz-bin-bazz-tentang-eksistensi-jamaah2-islam/
Barrakallahu fiikum.
————-
Jawab:
Terima kasih atas link-nya.
sangat bermanfaat.
January 13, 2008 at 1:30 am
Syukron atas info nya nih …
Iya… bosen kalo dalihnya hizbiyah melulu…
Salam kenal.
January 16, 2008 at 6:34 am
Assalamu ‘Alaikum
Syukron, wa jazakumullah khairal jaza
Terima kasih atas kunjungannya di blog kami. Semoga perjuangan orang-orang seperti antum dan yang lainnya meluruskan sikap ghuluw… membawa berkah dari Allah Subhanahu wa ta’ala
AMIN
Wassalamu Alaikum
January 28, 2008 at 2:00 pm
[...] http://insyaflahsalafy.wordpress.com/2008/01/05/makna-hizbiyah-yang-telah-di-salah-arti-kan/ [...]
February 11, 2008 at 10:18 am
“Adapun jama’ah-jamaah jika terdapat banyak jenisnya di negara2 kaum muslimin yg kesemuanya bertujuan kebaikan dan membantu serta saling tolong-menolong dlm kebaikan dan ketaqwaan diantara kaum muslimin serta tdk mengikuti hawa nafsu, MAKA ITU SEMUA ADALAH BAIK DAN BAROKAH SERTA MANFAATNYA SANGAT BESAR, … “
BEGINILAH CIRI-CIRI IKHWANUL MUSLIMIN yang paling sering saya jumpai. Selalunya mencomot sana comot situ dalam rangka memperalatnya . Kalian ambil sesuka kalian agar kalian bisa bersembunyi??
Tidak bisa…
——–
Jawab:
Terima kasih atas masukannya.
Maaf, komentar yang lain terpaksa saya hapus karena terlalu panjang dan isinya mirip-mirip dengan komentar di atas.
Ini saja. Jangan lupa untuk sering-sering mampir ke blog ini.
February 14, 2008 at 10:37 am
assalamualaikum
saya mo minta ijin meng-copy artikel2 yang ada diblog antum karena sangat berguna buat saya…
saya tetap cantumkan blog antum sebagai sumbernya koq…
afwan dan makasih banyak
wassalamualaikum
——————–
Jawab:
Silakan saja, Mas Abdrouf.
Saya turut merasa senang kalau ada yang bisa mendapatkan manfaat dari tulisan-tulisan saya di blog ini.
Mohon maaf, entah kenapa komentar mas Abdrouf di atas masuk ke folder spam. Baru saya lihat hari ini, dan saya un-spam.
Maaf kalau respon dari saya sangat lambat.
February 16, 2008 at 4:50 am
Insya Allah kebenaran akan semakin bersinar dengan banyaknya ikhwah yang selalu berusaha meluruskan setiap kesalahpahaman yang dilakukan saudara2 kita yang lain. Mari buktikan bahwa kita bukan hizbiyyah yang dharaarun ‘azhim dengan dalil dan tindakan nyata dimasyarakat. Insya Allah yang sekarang benci maka suatu saat dg ijin Allah akan kita jumpai menjadi teman yang dekat. Salam Perjuangan!!!
March 4, 2008 at 5:43 am
Jika Tak Ada Saling Menghormati Antar Sesama Harakah Islam “Saling Bunuh Saja
March 12, 2008 at 3:32 am
Assalmu’alaikum,
Salafi yg belakangan ini telah menghancurkan banguan yg telah dibina para masyaikh terdahulu..
Arus Salafi muda yg dekat dgn penguasa Saudi, merekalah yg telah membuat fitnah diantara salafi sendiri
Mereka telah menodai kemuliaan para masyaikhnya…yg kita pun menghormati mereka
Mari kita do’akan semoga mereka kembali kepada kittahnya…..wahai penjaga AlHaromain..
Wassalam
May 13, 2008 at 6:54 am
Syubhat! Syubhat! Syubhat! Mana yang bener ya akhi?
May 13, 2008 at 6:56 am
Jadi kita harus bagaimana dalam menyikapi semua permasalahan yang membingungkan umat ini?
July 5, 2008 at 6:24 pm
Salafi itu .. kalo kagak bisa bantah bisanya cuma ngatain … lihat aja tuh komentar Ibnu Munir
December 1, 2008 at 3:52 am
assalamualaikum, hai akhi yang ssemoga Allah menunjukkan kita kepada jalan yang lurus ,kewajiban masing-masing umat islam adalah menasehati saudaranya sendiri Allah subhanallhu wat’ala berfiman:…
…sesungguhnya manusia itu dalm kerugian kecuali mereka yang menasehati dalam kebenaran dan saling nasehat menasehati dalam kesabaran (al-Ashr:3)
adalah kewajiban seorang muslim adalah menasehati jika mereka telah sedikit melenceng dari ajaran islam dengan berdasarkan al quran hadits dan pendapat salafush shaleh